Survey Geomorfologi

Pemikiran tentang Bumi

Bentuk bola bumi kita tidaklah bulat sempurna, melainkan sedikit memempat di bagian kedua kutubnya sehingga membentuk elipsoid.

Bumi merupakan sebuah benda menyerupai bola yang terdiri atas batuan dan logam dengan garis tengah (diameter) di daerah ekuator (khatulistiwa) mencapai 7.927 mil atau sekitar 12.720,4 km serta keliling lingkaran di daerah ekuator ini mencapai 24.902 mil atau sekitar 39.960 km. Sementara itu jarak diameter antara kedua kutubnya mencapai 7.900 mil (sekitar 12.677 km) dengan panjang keliling bumi yang melintasi kedua kutub ini mencapai 24.860 mil (sekitar 39.806 km).

Dengan memperhatikan ukuran-ukuran tersebut, meskipun bumi ini berbentuk bulat namun tidak bulat sempurna, melainkan terdapat pemempatan di kedua kutubnya sehingga tampak sedikit lonjong (oblate spheroid).

Menurut perhitungan para ahli astronomi, bumi yang merupakan salah satu dari lima planet terbesar pada tata surya terbentuk sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu dari gumpalan awan kosmik, debu, dan gas. Melalui proses yang sangat panjang dan lama, akhirnya bumi terbentuk dengan bagian permukaannya yang keras dan bagian dalamnya yang pejal dan sangat panas.Bagian dalam inilah yang banyak bentuk-bentuk bagian permukaan bumi.

Selain itu, di bagian luar permukaan bumi, terdapat selubung gas yang dikenal dengan atmosfera. Setiap gerakan dan sifat atmosfera ini turut berperan dalam perombakan bentuk muka bumi.

Itulah sebabnya pulau atau gunung dapat muncul di atas permukaan laut, serta pada permukaannya terjadi perubahan-perubahan bentuk, demikian pula halnya dengan di daratan, gunung-gunung yang baru dapat terbentuk, namun tidak sejelas yang terjadi di atas permukaan laut. Lantas, bagaimana sebenarnya manusia berpandangan tentang bentuk bumi ini?

Pada masa pra peradabannya, manusia menganggap bahwa bentuk bumi ini datar dengan sisinya yang bundar seperti kue. Ketika itu, mereka mengira kalau manusia berjalan terus hingga ke ujung bumi, selanjutnya mereka akan terjatuh. Namun anggapan ini akhirnya sirna dengan terus berkembangnya pemikiran dan pengetahuan manusia.

Diawali dengan pemetaan bagian-bagian permukaan bumi dari hasil pelayaran bangsa-bangsa Yunani Kuno, seperti Claudius Ptolomeus, penemuan daratan Benua Amerika, pencarian arah kiblat oleh ilmuwan-ilmuwan Arab, serta perjalanan-perjalanan samudera lainnya, akhirnya diketahuilah bahwa bentuk bumi ini bulat.

Pemikiran manusia tentang bumi kita ini tidak hanya berhenti sampai di situ. Pemikiran tentang bagaimana daratan dan gunung-gunung bermunculan, serta bagaimana bumi ini terbentuk, terus menjadi perbincangan yang serius di kalangan para ilmuwan, bahkan sering terjadi silang pendapat di antara mereka.

Barulah pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 para ahli geologi dan astronomi, khususnya di Eropa, menemukan teori-teori terbentuknya alam semesta termasuk di dalamnya planet bumi.

Anang Saepuloh (2009) Tenaga Endogen Pembentuk Bumi. Bandung: Tata Letak Pustaka Prima